BAB 2 Analisis berbagai standar komunikasi data
Analisi berbagai standar komunikasi data
Komunikasi Audio
Media komunikasi audio adalah suatu alat komunikasi yang dapat
ditangkap melalui alat pendengaran. Contoh : telepon, radio dan tape
recorder.
Keuntungan menggunakan fasilitas komunikasi audio ialah, kita bisa
berkomunikasi dengan seseorang dizona yang berbeda atau tempat yang
berbeda, tanpa harus berada di zona atau tempat yang bersamaan.
Komunikasi Video
Media komunikasi video adalah suatu alat komunikasi yang dapat
ditangkap melalui visual atau penglihatan ,komunikasi memungkinkan
semua orang untuk bertemu pada saat yang sama tidak peduli zona waktu,
komunikasi video memungkinkan anda untuk melakaukan sesuatu tampa harus
bertemu dengan si received atau si penerima, anda bisa mengirim dan
menyampaikan sebuah informasi kepada siapa pun dengan cepat , contoh :
seperti televise/TV ,misalkan ada sbuah acara berita tau NEWS, yang
menyampaikan hasil informasi yang mereka dapatkan ,dan dapat di beri
taukan kepada siapapun secara visual atau video, dengan menggunakan
media komunikasi video.
Komunikasi Audio Video
Komunikasi audio Visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk
bahasa komunikasi visual berupa pengolahan-pengolahan pesan-pesan untuk
tujuan sosial atau komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan
kepada individu atau kelompok lainnya. Contohnya seperti televise,VCD
player,DVD player,computer dan lain-lainnya yang bisa di gunakan untuk
memvisualisasikan sekaligus memperdengarkan isi pesan dan informasi
tersebut. Bentuk aplikasinya dari komunikasi visual itu bias berbentuk
film yang bersifat entertain maupun informative dan iklan seperti yang
kita sering lihat di televise.
Komunikasi Data
Komunikasi data adalah proses pengiriman informasi diantara dua
titik menggunakan kode biner melewati saluran transmisi dan peralatan
switching dapat terjadi antara komputer dengan komputer, komputer dengan
terminal atau komputer dengan peralatan. Komunikasi data merupakan
gabungan dari teknik telekomunikasi dengan teknik pengolahan data.
Model Komunikasi Data
Komunikasi data berkaitan dengan pertukaran data diantara dua perangkat
yang terhubuang secara langsung yang memungkinkan adanya pertukaran data
antar kedua pihak.gambar 2.1 menggambarkan proses komunikasi data.
Standar Komunikasi :
Standar Organisasi
Standarisasi dalam bidang telekomunikasi merupakan suatu hal
yang sangat penting. Sekarang ini dikenal ada badan-badan atau
organisasi yang menangani masalah standarisasi, yaitu: standarisasi
tingkat nasional, regional, dan internasional.
Pada tingkat internasional, paling tidak dikenal ada dua badan
internasional yang sangat berpengaruh pada bidang telekomunikasi. Badan
itu adalah:
- ITU (International Telecommunication Union): bertempat di Geneva (Swiss), yang telah menghasilkan lebih dari 2000 standard.
- International Standardization Organization (ISO): badan ini mempunyai sejumlah standar komunikasi data yang sangat penting.
Persetujuan telekomunikasi internasional dan antar benua dilakukan oleh
suatu lembaga yang disebut: International Telecommunication Union (ITU).
Lembaga ini keberadaannya di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa
(Dalam bahasa Inggris disebut: United Nations Organization (UNO)).
Kantor ITU secara tetap berada di Geneva (Swiss). Badan-badan lain yang
bernaung di bawah ITU, yaitu: Sekretariat Umum (General Secretariat),
yang tugasnya mengelola aspek aktivitas administrasi dan ekonomi. Di
samping itu ada badan pendaftaran frekuensi internasional (IFRB =
International Frequency Registration Board) yang tugasnya adalah:
bertanggung jawab terhadap koodinasi penerapan frekuensi radio dalam
semua kategori.
Badan khusus lainnya yang melayani permasalahan dan pertanyaan tentang
komunikasi radio, ditangani oleh: Comite Consultatif International des
Radiocommunications (CCIR). Selain itu, ada badan Comite Consultatif
International Telegraphique et Telephonique (CCITT) yang menangani
masalah-masalah lain dalam bidang telekomunikasi. Badan tetap ini
didukung oleh dewan administratif, yang terdiri dari 25 orang yang
berasal dari negara-negara yang berpartisipasi.
Pertemuan dilaksanakan sekali dalam setahun, untuk berkoordinasi dalam
pekerjaan yang berbeda dari badan lain. Selain itu setiap empat tahun
sekali diadakan konferensi tingkat dunia, yang dilakukan oleh
badan-badan itu untuk membicarakan masalah teknis, pelayanan, dan
penarifan (pembiayaan) bidang telekomunikasi.
CCIR dan CCITT bekerja dengan koordinasi yang sangat erat untuk
mengatasi berbagai permasalahan, agar dapat dirumuskan rekomendasi
(pesetujuan) dalam bidang telekomunikasi tingkat dunia. Pada gambar
1.11, ditunjukkan kantor ITU yang berkedudukan di Jenewa. Sementara itu
gambar 1.12, menunjukkan struktur organisasi telekomunikasi tingkat
dunia, sebelum berubah menjadi ITU-T dan ITU-R.
OSI
sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan
International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun
1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection.
Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven
layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat
tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum
jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang
berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak
protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama,
membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk
mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya
inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa
faktor berikut:
- Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
- Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
- Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Internet Standar
Standar Internet ditandai dengan tingkat tinggi kematangan teknis dan
oleh keyakinan umum bahwa protokol atau layanan tertentu memberikan
manfaat yang signifikan kepada komunitas internet. Umumnya Standar
Internet menutupi interoperabilitas sistem di internet melalui
mendefinisikan protokol, format pesan, skema, dan bahasa. Yang paling
mendasar dari Standar Internet adalah orang-orang mendefinisikan
Internet Protocol.
Standar Internet memastikan bahwa perangkat keras dan perangkat lunak
yang dihasilkan oleh vendor yang berbeda dapat bekerja sama. Memiliki
standar membuat lebih mudah untuk mengembangkan perangkat lunak dan
perangkat keras yang menghubungkan jaringan yang berbeda karena
perangkat lunak dan perangkat keras dapat dikembangkan satu lapisan pada
suatu waktu. Biasanya, standar yang digunakan dalam komunikasi data
disebut protokol.
Semua Standar Internet diberi nomor dalam seri STD - Dokumen pertama
dalam seri ini, STD 1, menggambarkan dokumen yang tersisa dalam seri,
dan memiliki daftar Standar Usulan.
Setiap RFC statis; jika dokumen diubah, hal ini disampaikan lagi dan
diberi nomor RFC baru. Jika RFC menjadi standar Internet (STD), itu
diberikan sebuah nomor STD tapi tetap nomor RFC-nya. Ketika Standar
Internet diperbarui, nomornya tetap sama dan itu hanya mengacu pada RFC
yang berbeda atau set RFC. A diberikan Internet Standard, STD n, mungkin
RFC x dan y pada waktu tertentu, tetapi kemudian standar yang sama
dapat diperbarui menjadi RFC z sebagai gantinya. Sebagai contoh, pada
2007 RFC 3700 adalah Internet Standard-STD-1 dan pada bulan Mei 2008 itu
diganti dengan RFC 5000, RFC 3700 sehingga berubah status bersejarah,
dan sekarang STD 1 adalah RFC
Proses Komunikasi :
Komunikasi Pada Jaringan Komputer dan Telepon
Telepon kabel menggunakan sistem wireline. sehingga membutuhkan kabel supaya dapat berfungsi .
Cara kerja telepon kabel antara lain :
- Suara dari pengirim diterima oleh alat yang disebut microphone
- Microphone mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik kemudian disalurkan oleh perangkat telepon
- Sinyal tersebut disalurkan melalui kabel ke pusat telekomomunikasi
- Dari pusat telekomunikasi, sinyal tersebut diteruskan kepada penerima
- Setelah sampai ke penerima, maka sinyal tersebut diubah lagi menjadi gelombang suara oleh alat yang disebut speaker
Komentar
Posting Komentar